Bagaimana solusi bertahan di industry 4.0

FAL / 10 Sep 2021

Card image cap

Hallo guys.

Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18. Menurut Prof Schwab, dunia mengalami empat revolusi industri. Yaitu terjadi sekitar tahun 1760-1840 atau pada abad ke-18. Revolusi industry pertama ini dipicu oleh pembangunan rel kereta api dan penemuan mesin uap. Kemudian revolusi industri kedua yang dimulai pada akhir abad ke-19 dan awal abad 20. Yaitu munculnya pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustion chamber). Dengan adanya penemuantersebut ini memicu terciptanya penemuan-penemuan lain yang sangat mengubah dunia. Selanjutnya di revolusi ketiga yang terjadi pada akhir abad 20 ini, yaitu berkembangnya teknologi digital dan internet. Konsep revolusi industry 4.0 ini yaitu tentang mesin yang cerdas dan terhubung dengan system dengan teknologi dan inovasi berbasis luas yang dapat menyebarkan jauh lebih cepat dan lebih luas dari sebelumnya dan akan terus berkembang. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah. Ditandai dengan kemunculanya kemajuan teknologi baru seperti, robot kecerdasan buatan (artificial intelligence robotic), supercomputer, robot pintar, driverless, 3D painting atau editing genetic, hingga perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Di era revolusi industri keempat ini menjadikan lompatan besar di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang dimana di era ini dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan berbasis digital. Hal ini mendorong setiap kegiatan atau aktivitas dengan sistem otomatisasi dengan teknologi internet yang tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online.

Tiga strategi yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat jaringan bisnis, dan penggunaan teknologi yang tepat. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak ulasan berikut. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Mampu Bersaing di Era Industri 4.0, Perusahaan Perlu Lakukan 3 Strategi

1. Peningkatan kualitas SDM
Hasil riset McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa 15 persen dari seluruh pekerjaan di dunia pada 2030 akan digantikan oleh sistem automasi dan robot. Dengan kata lain, terdapat sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang berpotensi kehilangan pekerjaannya pada rentang 2016-2030. Kendati demikian, di lain sisi akan ada peningkatan permintaan pekerjaan baru sebanyak 21-33 persen hingga 2030. Berarti, terdapat sekitar 555-890 juta pekerjaan baru yang bisa dimanfaatkan. Beberapa jenis pekerjaan baru tersebut di antaranya data analyst, machine learning specialist, dan big data specialist.

2. Perkuat jaringan bisnis
Pada dasarnya, ada dua strategi yang bisa perusahaan jalankan terkait penguatan jaringan bisnis mereka, yakni membidik investor baru untuk menanamkan modal dan menjangkau konsumen lebih luas untuk meningkatkan penjualan. Namun, untuk bisa meyakinkan investor memberikan suntikan dana, perusahaan harus bisa membuktikan bahwa bisnisnya berjalan lancar dan berpotensi menghasilkan profit besar. Oleh karena itu, perusahaan harus fokus dalam menjangkau konsumen mereka terlebih dahulu.

3. Penggunaan teknologi yang tepat
Industri 4.0 tak hanya menyangkut digitalisasi proses dengan bantuan automasi dan robot semata. Lebih dari itu, era industri keempat juga erat hubungannya dengan penggunaan perangkat komputer dan internet. Melalui kecanggihan internet, proses produksi di berbagai industri kini bisa dipantau dan diketahui dari jarak jauh. Oleh karena itu, kehadiran internet of things (IoT) merupakan salah satu bagian penting pada era industri 4.0. Masifnya penggunaan internet di masyarakat ternyata juga memacu pengembangan teknologi lainnya. Beberapa di antaranya big data analytics untuk mendukung perusahaan mengambil keputusan dan menyusun strategi bisnis berdasarkan data, machine learning yang dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar, serta cloud computing yang menghadirkan layanan server dan komputasi lebih efisien.