FAL / 10 Sep 2021
Hallo guys.
Kamu sering dengar istilah full stack developer? Sering dengar tapi belum terlalu paham apa dan seperti apa full stack developer? Mendengar kata full stack developer, pastinya kamu sering dengar ketika berbicara soal pembuatan aplikasi website. Bukan begitu? Pada artikel ini saya akan membahas apa itu full stack developer? Serta keahlian apa saja yang harus dikuasai full stack developer. Mari kita simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Full Stack Developer
Pernahkah kamu membuat website? Jika pernah, maka setidaknya kamu
mengerti tentang bagaimana pembuatan sebuah website. Pembuatan
kerangka website diperlukan kode pemrograman html. Selain mengolah
program html, kamu juga harus membuat tampilan website-nya. Dengan
menggunakan software editing photo dsb, yang dapat kamu konversi
menjadi bentuk kode pemrograman. Nah itulah istilah sederhana full
stack developer. Secara garis besar, full stack developer adalah
seseorang yang nyaman bekerja atau merangkap tugas sebagai back end
dan front end developer. Lebih spesifiknya, developer bisa bekerja
dengan javascript, PHP, java, database (backend) dan juga bisa
mengkonversi desain ke dalam kode pemrograman seperti HTML, CSS, XML
(front end). Lantas, apakah seorang full stack developer harus
menguasai semua teknologi? Untuk menjadi seorang full stack developer
tidak harus menguasai semua teknologi. Pengalaman menjadi nilai tambah
seorang full stack developer. Pengalaman yang didapat bukan hanya dari
soal berapa lama ia kerja di bidangnya saja. Namun dengan ia banyak
belajar dan mampu menganalisa dan menyelesaikan suatu permasalahan
baik itu urusan back end dan front end. Setiap full stack developer
mempunyai kelebihan dan kekurangan di bidangnya masing-masing. Bagi
kamu yang ingin menjadi full stack developer, eits tidak perlu
khawatir pasti bisa kok. Saya mau share nih, inilah beberapa keahlian
yang harus dikuasai full stack developer.
1. Menguasai beberapa bahasa pemrograman (back end)
Jika ingin menjadi full stack developer, kamu harus terampil beberapa
bahasa pemrograman. Bahwasannya logika dan algoritma adalah yang
paling penting. Tapi untuk menjadi full stack developer, kamu harus
kompeten dalam perencanaan, penataan, implementasi dan pengujian
proyek. Berbagai macam bahasa pemrograman untuk urusan back end.
Seperti Java, Node.js (Java Script), PHP, Python, Ruby, Swift dll.
Terutama seorang full stack developer tentunya harus menguasai bahasa
yang berorientasi objek (OOP). Nah, memang bukan mudah untuk menguasai
semua bahasa pemrograman seperti diatas. Bagaimanakah solusinya?
Solusinya mulailah mengenal berbagai jenis bahasa pemograman serta
banyak berlatih. Selain itu, jika kamu belum menguasai semuanya
minimal menguasai satu bahasa pemrograman. Gunakanlah bahasa
pemrograman yang menurutmu efektif dan efisien. Pilihlah bahasa
pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan proyek-mu.
2. Menguasai Teknologi front-end
Selain kamu menguasai backend, kamu juga harus menguasai hal yang satu
ini. Mengapa demikian? Karena front end merupakan jembatan antara
design dan back end. Bahkan sebelum kamu menguasai back end. Kamu
mesti menguasai front end terlebih dahulu. Front end adalah orang yang
bertanggung jawab menganalisa dan membuat tampilan aplikasi. Bagi kamu
yang berkecimpung di ranah full stack developer kamu perlu menguasai
teknologi esensial. Khususnya berkaitan dengan front end seperti
HTML5, CSS3, XML dan JavaScript. Dan juga beberapa library seperti
bootstrap, JQuery, AngularJS, dll. HTML dan CSS adalah ilmu dasar
untuk profesi ini. HTML5 dan CSS3 merupakan dua skill yang dibutuhkan
untuk memodifikasi konten web. Sedangkan XML digunakan untuk
memodifikasi bagian aplikasi Android. Java script dan yang lainnya
bisa kamu pelajari juga setelah kamu menguasai fundamentalnya.